Agustus 17, 2022

Mengenal imam Ahmad bin hanbal Rh



Hikmahdanhikmah.com - Imam Hanbali RH adalah imam salah satu mazhab dari empat mazhab Ahlussunah wal Jamaah yang hak. Silsilahnya bersatu dengan Nizar yang merupakan salah seorang kakek buyut Rasulullah SAW, lalu sampai kepada Nabi Ismail AS. Imam Ahmad bin Hanbal RH yang juga dikenal dengan nama Imam Hanbali RH lahir di Baghdad pada bulan Rabiul Awal tahun 164 H, dan beliau wafat pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 H ketika berusia 78 tahun.

Imam Hanbali RH telah melakukan perjalanan ke kota Makkah, Madinah, Damaskus, Yaman, Basra, Kufah, dan kota-kota lain, dan beliau juga telah mempelajari hadis dari para ulama terkenal pada masanya. Para ulama yang masyhur pada saat itu pun, seperti Imam Bukhari dan Muslim, Baghawi, Ibnu Abiddunya, meriwayatkan hadis dari beliau. Imam Hanbali RH juga telah melakukan ibadah haji sebanyak lima kali dengan berjalan kaki dan dua kali dengan menaiki tunggangan. Banyak buku telah ditulis mengenai keutamaan dan perjalanan hidup beliau.


Imam Hanbali RH selalu mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dan tidak pernah sedikit pun menyimpang dari jalan hidayah. Beliau adalah salah seorang yang terkenal dengan kezuhudannya dan selalu bersabar ketika menghadapi ujian yang dihadapinya. Beliau juga adalah orang yang selalu bersyukur dan menjadi penuntun dalam ilmu dan akhlak. Ali Al-Madini menjelaskan, “Aku pernah bertemu dengan Ahmad bin Hanbal di kota Makkah Al-Mukarramah. Ketika akan berpisah dengannya, aku berkata, ‘Berikanlah aku sebuah nasihat!’ Ahmad bin Hanbal RH pun berkata, ‘Janganlah sekali-kali kau pisahkan takwa dari hatimu. Bayangkanlah selalu akhirat di depan matamu!’”

Seorang wali Allah, Bilal Al-Hawwas, menceritakan, “Suatu hari aku melihat Nabi Khidir AS di dalam mimpiku. Lalu, aku bertanya kepadanya, ‘Bagaimana pandanganmu mengenai Bisyr Al-Khafi?’ Nabi Khidir AS menjawab, ‘Tidak ada seorang pun seperti dirinya setelah dia wafat.’ Aku bertanya kembali, “Bagaimana pandanganmu mengenai Ahmad bin Hanbal?’ Dia berkata, ‘Dia adalah orang yang sidik.’ Aku bertanya mengenai Abu Tsauri. ‘Dia adalah penunut kebenaran,’ jawabnya. Lalu, aku bertanya, ‘Dengan wasilah apakah aku dapat melihatmu?’ Dia menjawab, “Karena kau telah berbuat baik kepada ibumu’.”


Ibnu Majma bin Muslim menceritakan, “Kami memiliki seorang tetangga yang telah mati syahid di Qazwin. Pada malam ketika Ahmad bin Hanbal RH wafat, saudara tetangga kami datang kepada kami dan menceritakan, ‘Aku melihat sebuah mimpi aneh tadi malam. Aku melihat saudaraku dengan wajahnya yang sangat tampan berseri dan sedang menunggangi seekor kuda. Kemudian, aku bertanya, ‘Bukankah kau telah mati syahid di Qazwin?’ Dia menjawab, ‘Allah SWT memerintahkan semua orang yang mati syahid dan penduduk langit untuk menghadiri pemakaman Ahmad bin Hanbal. Aku pun termasuk salah seorang yang disuruh hadir di sana.’ Setelah itu, aku mencatat tanggal hari itu, dan aku mengetahui bahwa hari itu adalah hari wafatnya Ahmad bin Hanbal.”

Sumber artikel: Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar