Agustus 31, 2022

Menghitung waktu shalat di Masjid Umayyah yang terdapat di Damaskus



Hikmahdanhikmah.com - Ali bin Ibrahim bin Muhammad Asy-Syathir Al-Anshari adalah seorang ulama sekaligus astronom yang terkenal di Damaskus. Ia lahir di Damaskus pada bulan Syaban tahun 1306 (705 H). Ketika ia berusia enam tahun, ayahnya wafat.

Ibnu Asy-Syathir pergi ke Kairo dan Alexandria untuk menuntut ilmu. Dia belajar matematika dan astronomi tingkat lanjut, kemudian menjadi seorang ulama besar pada masanya di bidang ini. Beliau belajar astronomi, geometri, dan ilmu nujum (perbintangan) dari Abul Husein bin Hasan Asy-Syatir. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia menetap di Damaskus. Hingga akhir hayatnya, ia sibuk dalam bidang muwaqqit (menghitung waktu shalat) di Masjid Umayyah yang terdapat di Damaskus dan menjabat sebagai ketua muazin. Beliau wafat di Damaskus pada tahun 1375.

Ibnu Asy-Syathir melakukan pengamatan, menyiapkan tabel-tabel, membuat jam matahari dan astrolab, dan mempelajari bidang ilmu miqat (ilmu waktu shalat) secara khusus. Basita (sebuah alat penunjuk waktu salat) yang ia letakkan di salah satu menara Masjid Umayyah di Damaskus sangat terkenal dan telah digunakan selama berabad-abad.

Baca juga ; Mari merangkai detik demi detik sisa usia kita dengan penuh kebaikan.

Ibnu Asy-Syathir menyatakan bahwa sistem tata surya dengan Bumi sebagai pusatnya yang dikemukakan oleh Ptolemy adalah salah, dan beliau berkata, “Bumi dan planet-planet secara teratur berputar mengelilingi matahari dan bulan berputar mengelilingi bumi.”

Cendekiawan Italia, Galileo, yang telah dididik dengan teori-teori ilmiah Ibnu Asy-Syathir juga berhasil membuat teleskop pertama.

Ketika mempersiapkan waktu shalat, Ibnu Asy-Syathir menggunakan sudut 19 derajat untuk imsak dan 17 derajat untuk shalat Isya sebagai sudut turunnya ufuk matahari. Para muwaqqit Utsmaniyah menggunakan ukuran-ukuran yang digunakan Ibnu Asy-Syathir saat mempersiapkan waktu shalat. Kalender Fazilet pun masih mencantumkan waktu shalat sesuai dengan ukuran-ukuran tersebut.

Baca juga ; Inilah keutamaan sholat malam.

Ibnu Asy-Syatir mengumpulkan hasil-hasil pengamatan dan kajiannya dalam berbagai karyanya. Meskipun ia memiliki hampir tiga puluh karya, keberadaan sebagian besar karya-karyanya itu tidak diketahui. Az-Zijul Jadid adalah salah satu karyanya yang terpenting.

Sumber artikel: Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar