Agustus 02, 2022

Syekh Abdul Qadir Jailani Kuddisa Sirruh



Hikmahdanhikmah.com - Gautsul A’zham Muhyiddin Abdul Qadir Jailani KS merupakan pembesar para wali, dan nama tarikat Qadiriyah dinisbahkan kepadanya. Nasab mulianya bersambung kepada Sayidina Hasan bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallāhu ‘anhumā.

Syekh Abdul Qadir Jailani KS lahir di kota Jailan, Iran, pada tahun 491 Hijriah (1097 M). Pada masanya, beliau telah menjadi imam dalam ilmu fikih, hadis, dan tasawuf. Reputasi dan ketenarannya telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Beliau adalah seorang mufti dalam mazhab Hanbali.

Syekh Abdul Qadir KS telah menulis beberapa kitab tentang usul fikih dan tasawuf. Banyak sekali kata-kata hikmah beliau mengenai ketakwaan dan tasawuf.

Syekh Abdul Qadir KS meninggal di Baghdad pada tahun 561 H (1165 M), dan makamnya di sana merupakan tempat yang banyak dikunjungi. Tarikat aliyah beliau telah menyebar ke seluruh negara-negara Islam pada saat itu.

Telah ditanyakan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani KS, “Apa itu syukur?” Lalu, beliau pun menjawabnya sebagai berikut,

Baca juga; Setiap Orang Harus Bersyukur Atas Nikmatbyang diberikan.

“Hakikat syukur adalah mengakui bahwa Allah SWT adalah Zat yang telah memberikan nikmat-nikmat, dan mengetahui betapa bernilainya nikmat-nikmat tersebut dengan kerendahan hati dan kekhusyukan sambil merendahkan dan menghinakan nafsu. Ketika dikatakan, “Mā syakarnāka haqqa syukrik”, seorang hamba harus meyakini bahwa dirinya tidak mampu mensyukuri nikmat-nikmat dengan sebenarnya, dan dia pun harus mengetahui bahwa ia wajib bersyukur atas syukur yang dilakukannya dengan pertolongan Allah SWT.

Syukur dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

Bersyukur dengan lisan adalah mengakui dengan penuh tawadu dan kerendahan hati bahwa nikmat itu datangnya dari Allah.

Bersyukur dengan anggota badan adalah menggunakan seluruh anggota badan dalam pengabdian kepada Allah SWT.

Sementara itu, bersyukur dengan hati adalah senantiasa mengagungkan dan memuliakan Allah SWT, mengabdi kepada-Nya, serta mempertahankan jalan kebenaran yang ditempuh dengan menguasai nafsu.”

Nama-nama: Laki-laki: Harun, Perempuan: Khairiyah

Sumber artikel Fazilet takvimi 

Baca juga; Cara Melawan Napsu dua kutub berlawanan yang ingin menguasai badan.

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar