Agustus 17, 2022

Tentang Penciptaan nabi Adam As



Hikmahdanhikmah.com - Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT adalah Nabi Adam AS. Ketika Allah SWT berkehendak untuk menciptakan Nabi Adam (AS), Dia mengutus Malaikat Izrail AS dan memerintahkannya untuk mengambil tanah dari tujuh iklim yang berbeda di muka bumi. Kemudian, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril AS dan memerintahkannya untuk menguleni tanah tersebut lalu mengubahnya menjadi adonan selama 40 hari. Setelah itu, Allah SWT memberikan adonan ini bentuk yang paling indah dan meniupkan ruh ke dalamnya, menghidupkannya, serta menjadikannya seorang nabi bagi keturunan-keturunannya kelak.

Allah SWT menempatkan Nabi Adam AS di dalam surga, memakaikan pakaian-pakaian surga yang indah, dan memberikan berbagai macam nikmat kepadanya. Setiap kali memberikan nikmat kepadanya, Allah SWT selalu bertanya, “Apakah kau sudah merasa cukup dengan nikmat ini?” Nabi Adam AS menjawab, “Aku belum merasa cukup, wahai Rabbku.” Ketika Allah SWT menciptakan Sayidah Hawa dari tulang rusuk kiri Nabi Adam AS, Nabi Adam AS membuka matanya dan melihat seseorang yang cantik parasnya sedang duduk di sampingnya.

Baca juga : Setiap Orang Harus Bersyukur Atas Nikmat yang diberikan.

Dengan demikian, saat Nabi Adam AS berbincang dengan Sayidah Hawa dan mulai akrab dengannya, Allah SWT kembali bertanya kepadanya, “Wahai Adam, bagaimana keadaanmu dengan nikmat-Ku ini?” Nabi Adam AS menjawab, “Ya Rabbi, aku tenggelam dalam lautan nikmat-Mu yang tak terhitung. Aku merasakan nikmat ini lebih besar daripada seluruh nikmat lainnya, dan aku pun merasa cukup dengannya.”

Kemudian, Allah SWT memerintahkan mereka dengan berkata, “Tinggallah kalian di dalam surga-Ku dan manfaatkanlah semua nikmat-Ku, tetapi janganlah kalian dekati pohon itu, janganlah kalian makan buahnya lalu bermaksiat kepada-Ku!” Mereka pun menaati perintah Allah SWT itu dan tinggal di surga selama seribu tahun. Namun, selang beberapa lama setelah itu, Nabi Adam AS dan Sayidah Hawa mengikuti rayuan iblis dan makan dari pohon terlarang itu. Pada akhirnya, mereka menyesal dan bertaubat. Taubat keduanya diterima, tetapi keduanya dikeluarkan dari surga lalu diturunkan ke muka bumi.

Baca juga ; Cara Melawan Napsu dua kutub berlawanan yang ingin menguasai badan.

Nabi Adam AS diturunkan di atas sebuah gunung tinggi yang berada di India. Selama dua ratus tahun dia menangis dan bertaubat di gunung itu. Setelah itu, pertemuan Nabi Adam AS dengan Sayidah Hawa terjadi di Bukit Arafah. Lalu, mereka pergi ke daerah Syam dan tinggal di sana selama lima ratus tahun. Setelah kelahiran Habil dan Qabil, mereka kembali ke India. Setelah berumur seribu tahun, Nabi Adam AS wafat di Pulau Serendip (Srilanka), 40 tahun kemudian, Sayidah Hawa wafat di Jeddah. (Erzurumlu Ismail Hakki, Marifetname)

Sumber artikel;Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar