September 10, 2022

Inilah buah dari Taqwa dan wara pada masa muda


Hikmahdanhikmah.com - Ayah Imam A’zham Rahimahullāh, Tsabit RH, adalah orang yang zuhud dan bertakwa. Suatu hari di masa mudanya, ketika Tsabit RH sedang berwudhu di tepi sungai, sebuah apel yang mengambang di atas air menghampirinya. Lalu, beliau mengambilnya, dan setelah beliau selesai wudhu, beliau menggigit apel itu sekali, tetapi beliau teringat akan pemilik apel tersebut dan segera meludahkan gigitannya itu sebelum tertelan. Ketika meludahkannya, beliau melihat ludahnya itu menjadi darah. Beliau berkata kepada dirinya sendiri, “Mengapa ludahanku berubah menjadi darah? Aku akan mencari pemilik apel ini dan memintanya agar menghalalkannya.”

Beliau berjalan di sepanjang tepi sungai dan menemukan pohon apel yang buahnya mirip dengan apel di tangannya. Beliau mencari dan menemukan pemilik pohon, lalu memberikan satu dirham untuk mengganti apel tersebut. Beliau berkata, “Ambillah ini dan halalkanlah hakmu.”

Ketika pemilik pohon melihat ketakwaan dan kewaraan Tsabit Rahimahullāh pada usia mudanya itu, dia memutuskan untuk mengujinya. Pemilik pohon berkata kepada Tsabit RH, “Jangankan satu dirham, seandainya saja kau berikan seribu dirham, aku tidak akan meridhainya. Akan tetapi, aku memiliki seorang anak perempuan yang buta, tuli, bisu, dan tidak bisa berjalan. Apabila kau menerima untuk menikahinya, aku akan menghalalkan hakku.”

Baca juga : Mahar dalam Islam Dan Hikmah Mahar Dalam Perkawinan.

Tsabit Rahimahullāh berpikir sejenak. Pada akhirnya, beliau menerima tawaran itu karena menurut beliau, siksaan dan kesulitan di dunia hanyalah sementara. Seorang wakil ditunjuk untuk gadis itu, dan pernikahan mereka diadakan di hadapan dua orang saksi. Ketika Tsabit Rahimahullāh mendatangi istrinya, beliau melihat bahwa istrinya bisa berjalan, melihat, mendengar, dan berbicara. Tsabit Rahimahullāh terkejut dan berkata, “Kau tidak seperti apa yang ayahmu jelaskan kepadaku.”

Istrinya berkata, “Iya, benar. Sebab, selama enam tahun, aku belum pernah keluar dari rumahku. Aku tidak pernah melihat dan mendengar orang yang bukan mahramku. Orang yang bukan mahramku pun tidak mendengar suaraku.” Atas hal ini, Tsabit Rahimahullāh berdoa, “Segala puji bagi Allah SWT yang telah menghilangkan kesedihan dan kesulitan dari kami. Sungguh, Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Baca juga ; Antara Kesedihan dan Kesabaran.

Buahnya adalah orang besar seperti Imam A’zham RH yang lahir dari mereka dan mazhabnya menyebar ke seluruh dunia.  Imam A’zham Rahimahullāh berkata, “Seandainya saja ayahku, Tsabit Rahimahullāh, menelan bagian apel yang digigitnya, tentu kecerdasanku hanya akan sebesar sepertiga dari yang ada saat ini.”

Sumber artikel: Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar