September 04, 2022

Maukah kalian aku beritahu tanda-tanda orang yang cerdas?



Hikmahdanhikmah.com - Akal adalah kekuatan jiwa yang dengannya manusia memperoleh pengetahuan. Akal dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan dapat merasakan hakikat sesuatu. Akal adalah cahaya spiritual yang menerangi jalan yang akan dilalui seseorang dan memberitahunya tentang kebenaran. Seseorang yang memiliki kekuatan spiritual ini disebut orang bijak, dan orang yang kehilangannya disebut orang gila.

Syahr bin Hawsyab RH meriwayatkan perkataan dari Abu Darda RA, “Maukah kalian aku beritahu tanda-tanda orang yang cerdas? Orang yang cerdas akan menunjukkan kerendahan hati kepada orang-orang yang lebih tinggi dari dirinya dan tidak memandang rendah orang-orang yang ada di bawahnya. Dia berpegang pada hal-hal yang paling baik. Dia memperlakukan orang lain sesuai dengan sifat dan keadaan mereka. Dia memperkuat imannya kepada Rabbnya dan melanjutkan perjalanannya di dunia dengan ketakwaan.”

Wahb bin Munabbih RH meriwayatkan bahwasanya Lukman AS berkata, “Wahai anakku, selama belum memiliki sifat-sifat berikut ini, akal seseorang belumlah sempurna.


Seseorang tidak boleh memiliki sifat sombong, selalu berada dalam hidayah dan istiqamah, hanya mengambil rezekinya (sekadar untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya) dari dunia, menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT, dan menjadi pribadi yang tawadu.

Senantiasa mempelajari ilmu fikih (ilmu agama) selama hidupnya, tidak memandang rendah kegiatan membantu orang-orang di sekitarnya, memandang banyak kebaikan yang orang lain lakukan kepadanya meskipun sedikit, dan memandang sedikit kebaikan yang dia lakukan meskipun banyak.

Sifat lain yang akan mengangkat seseorang dan membuatnya selalu diingat dengan kebaikannya adalah melihat semua orang di dunia ini lebih unggul dari diri sendiri, melihat diri sendiri sebagai orang yang paling buruk dan hina di antara mereka, merasa senang ketika melihat seseorang lebih unggul dari dirinya dan ingin menjadi seperti orang tersebut, dan juga berkata, “Semoga dia akan selamat dengan bertaubat,” ketika melihat seorang pendosa.


Begitu juga, diriwayatkan bahwa Lukman AS berkata kepada anaknya, “Kemuliaan yang paling besar adalah keindahan akal. Keindahan akal dapat membuat seseorang tidak berbuat dosa. Bahkan, dia akan memperbaiki kesalahan dan keburukannya (dengan bertaubat jika melakukan kesalahan). Dengan demikian, Rabbnya akan meridhainya.”

Sumber artikel ; Fazilet takvimi 


Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar