September 17, 2022

Salah satu ulama terkemuka pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih



Hikmahdanhikmah.com - Khidir Bey, cucu Nasruddin Hoja, adalah salah seorang ulama terkemuka pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih.  Khidir Bey lahir di kota Sivrihisar dan menerima pendidikan pertamanya dari ayahnya, Jalaluddin Bey. Kemudian, beliau pergi ke Bursa, yang merupakan ibu kota saat itu, dan menjadi ulama pada usia muda, yang jarang ditemukan, dengan mendapatkan ijazah ilmu agama dari Ketua Kadi Molla Syamsuddin Fanari dan Ketua Mufti Molla Yegân.

Suatu hari seorang alim datang ke ibu kota dari arah Maghrib (Afrika Utara). Dia datang ke hadapan sultan dan menyatakan bahwa ia ingin bertanya kepada ulama Daulah Utsmaniyah tentang beberapa masalah mubham (samar) yang telah lama dia cari kebenarannya. Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat menyukai percakapan ilmiah seperti itu, memerintahkan agar segera diadakan majelis ilmu dan semua ulama harus menghadirinya.

Ketika majelis ilmu telah dibentuk, ulama dari Maghrib itu menanyakan beberapa masalah kepada ulama-ulama lainnya yang ada di hadapannya. Akan tetapi, tidak seorang pun bisa memberikan jawaban yang dapat meyakinkannya.


Oleh sebab itu, Sultan Muhammad Al-Fatih berkata dengan sedikit marah kepada ulama-ulama di hadapannya, “Padahal ada begitu banyak ulama di negeri-negeri di bawah pemerintahan kita, apakah pantas jika tidak ada seorang pun yang mampu menjawab pertanyaan orang ini? Pasti ada seseorang yang bisa menjawab pertanyaannya.”

Disampaikan bahwasanya Khidir Bey yang saat itu merupakan mudaris di Sivrihisar akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Kemudian, Khidir Bey diperintahkan untuk segera datang ke hadapan Sultan. Sebuah majelis ilmu diadakan kembali bersama Khidir Bey yang telah datang ke ibu kota. Ulama dari Maghrib yang melihat ulama muda, yang usianya belum genap tiga puluh tahun, di hadapannya itu sangat memandang remeh beliau. Akan tetapi, Khidir Bey mampu menjawab satu per satu seluruh pertanyaan ulama Maghrib itu. Beliau bahkan meyakinkan ulama Maghrib itu dan membuatnya terkejut dengan membahas enam belas ilmu lagi yang tidak dia ketahui.

Keberhasilan Khidir Bey dan keunggulannya dalam keilmuan membuat Sultan Muhammad Al-Fatih sangat senang dan mengangkatnya menjadi guru besar di madrasah yang dibangun oleh kakeknya, Çelebi Sultan Mehmed Khan, di Bursa. Khidir Bey melahirkan banyak ulama terkemuka seperti Khajazade Molla Muslihuddin dan Molla Hayâlî di madrasah ini. Beliau menulis sebuah karya tentang ilmu akidah berjudul Kasidah Nûniyyah, yang ditulis syarahnya oleh banyak ulama sepeninggal beliau. Setelah Penaklukan Istanbul, ia adalah kadi pertama di kota yang indah ini.


Sumber artikel:Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar