September 06, 2022

Sifat Orang Munafik dan tanda-tandanya


Hikmahdanhikmah.com - Kemunafikan atau bermuka dua adalah menjadi orang yang beriman dengan lisannya atau berpura-pura menjadi sahabat seraya menyembunyikan kekufuran dan permusuhan di dalam hati. Orang yang memiliki sifat seperti ini disebut orang munafik. Dengan kata lain, orang munafik adalah orang yang sebenarnya tidak beriman kepada Allah, Rasulullah, dan dasar-dasar keimanan, tetapi dia bersikap seakan-akan beriman.

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut, “Orang yang bermuka dua tidak akan memiliki tempat di sisi Allah SWT.” Oleh karena itu, seorang mukmin harus bersikap tulus, lisannya harus sesuai dengan hatinya, dan perkataannya sesuai dengan isi hatinya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menerangkan orang-orang munafik sebagai berikut, “Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu berbohong ketika berbicara, mengingkari janji ketika berjanji, dan berkhianat ketika diberikan amanah.” Maka dari itu, untuk mengetahui munafiknya seseorang, adanya tiga tanda tersebut pada dirinya sudah cukup.

Sebab, seorang muslim yang tulus dan jujur tidak akan berkata bohong, tidak akan mengingkari janjinya, tidak akan berlaku buruk terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, takut kepada Allah, malu terhadap hati nuraninya, serta tidak akan melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan agama dan akhlak. Apabila tidak ada pendidikan Islam yang baik ini pada diri seseorang, tidak mengherankan jika banyak keadaan tidak bermoral terus-menerus terlihat pada orang tersebut.

Pengkhianatan dan kemunafikan adalah sama. Namun, pengkhianatan digunakan dalam hal perjanjian dan kepercayaan, sedangkan kemunafikan digunakan untuk pengkhianatan tersembunyi dari segi agama. Terlihat baiknya seorang munafik itu bagaikan air beracun yang terlihat bersih.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling aku khawatirkan untuk umatku adalah orang-orang munafik yang ilmunya (hanya) di lisan (yang akidahnya rusak dan tidak beramal dengan ilmunya).” Apabila seseorang yang berpengetahuan sedikit dan pandai berbicara tidak memiliki keyakinan yang baik dan melakukan kemunafikan, kita harus menghindari keburukannya.

Sebab, kata-kata dan tulisan-tulisannya yang indah dapat memberikan keindahan pada pemikirannya yang rusak, dan dengan terlihat sebagai orang benar, ia akan membuat banyak orang yang lalai terpengaruh oleh pemikirannya yang rusak. Khususnya, pada saat ini, setiap muslim perlu berhati-hati dalam mendengarkan ceramah atau membaca tulisan sebagian besar penceramah dan penulis.

Baca juga : Berjanji untuk membayar utangku.

Saat ini, ada orang yang tidak segan-segan menasihati semua orang tentang hal-hal yang sangat bertentangan dengan hal-hal yang terhormat bagi kita, seolah-olah hal itu adalah sesuatu yang diharuskan dalam peradaban saat ini. Kita harus berhati-hati terhadap itu semua.

MUSUH RASULULLAH SAW: ORANG-ORANG MUNAFIK

Rasulullah SAW memiliki banyak musuh yang berusaha menghalangi beliau menyebarkan agama kita. Sebagian musuh beliau adalah orang-orang munafik. Mereka tampak seperti orang muslim, tetapi diam-diam mereka menentang Islam dan membuat kerusakan.

Pemimpin orang-orang munafik adalah Abdullah bin Ubay dari kabilah Khazraj. Dia, yang perkataannya sangat berpengaruh di Madinah, menentang agama Islam karena iri ketika pengaruh lamanya telah hilang setelah datangnya agama Islam. Dia bersama orang-orang munafik lainnya bersatu dengan orang-orang Yahudi dan tidak pernah berhenti menebar fitnah dan melakukan kerusakan secara diam-diam.

Ketika Rasulullah SAW meninggalkan Madinah bersama pasukannya untuk melakukan Perang Uhud, salah seorang munafik yang bernama Kuzman tetap tinggal di Madinah. Ketika ejekan para perempuan memengaruhi dirinya, dia segera bergabung dengan pasukan lalu maju ke barisan terdepan dan bersiap-siap untuk berperang. Tentang dirinya, Rasulullah SAW berkata, “Sungguh, Allah SWT juga akan menguatkan agama ini dengan orang yang fajir.” Lihatlah, orang-orang seperti mereka pun bisa berada di barisan terdepan.

Ketika orang-orang muslim sedang menyiapkan diri untuk Perang Tabuk, orang-orang munafik melakukan kerusakan dengan menampilkan diri mereka seakan-akan menasihati masyarakat dengan berkata, “Janganlah kalian melakukan perjalanan pada hari yang panas seperti ini.” Lalu, sebagai jawaban untuk mereka, turun surat At-Taubah ayat 81, “Panasnya neraka itu lebih dahsyat.” Suatu ketika, unta Rasulullah SAW hilang dalam perjalanan. Lalu, salah seorang munafik yang bernama Zaid bin Lusait berkata, “Muhammad berkata, ‘Aku seorang nabi’ dan membawakan berita dari langit, padahal dia tidak tahu di mana untanya berada.” 

Pada saat itu, Rasulullah SAW berkata, “Seseorang mengatakan ini dan itu tentang diriku”, dan beliau menyampaikan perkataan tersebut kepada para sahabatnya. Lalu, Rasulullah SAW berkata, “Demi Allah, aku tidak mengetahui apa pun, tetapi aku mengetahui apa yang Allah SWT beritahukan. Sekarang, Allah SWT telah memberitahuku bahwa untaku berada di sebuah tempat di sebuah lembah, tali kekangnya tersangkut di dahan sebuah pohon. Pergi dan bawa untaku ke sini.” Para sahabat segera pergi ke sana, lalu menemukan unta itu dalam keadaan seperti yang dijelaskan dan membawanya kembali.

Ketika umat Islam sedang mempersiapkan diri untuk Perang Tabuk, Abdullah bin Ubayy, pemimpin orang-orang munafik, berkata, “Apakah Muhammad SAW mengira negara Romawi adalah mainan? Saya tahu, bahkan seperti melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia dan para sahabatnya akan ditawan,” untuk menakut-nakuti orang-orang. Pada bulan Rajab tahun sembilan Hijriah, Khatamul Anbiya’ Rasulullah SAW keluar dari Madinah bersama pasukannya. Abdullah bin Ubayy bersama sekelompok orang munafik tidak mengikuti ekspedisi ini tanpa alasan, dan secara terang-terangan menentang perintah Rasulullah SAW.

Ketika kembali dari Perang Tabuk, Ammar bin Yasir Radhiyallāhu ‘anhu menarik unta Rasulullah SAW, dan Hudzaifah bin Yaman Radhiyallāhu ‘anhu mendorongnya dari belakang. Dua belas orang munafik yang terlaknat diam-diam bersepakat di antara mereka sendiri untuk membunuh Rasulullah SAW ketika beliau melewati Aqabah di malam hari, mereka berhenti di tempat yang akan dilewati Rasulullah SAW lalu mulai mencari kesempatan. Kerena rencana pembunuhan ini telah diberitahukan melalui wahyu, Rasulullah SAW memberi tahu Hudzaifah RA tentang telah datangnya orang-orang munafik untuk melakukan pembunuhan terhadap beliau. Hudzaifah RA pun segera mengusir mereka.

Keesokan harinya, ketika Usaid bin Hudair Radhiyallāhu ‘anhu mengetahui kejadian ini, dia ingin agar seluruh orang-orang munafik dalam pasukan Islam dihukum mati berapa pun jumlah mereka. Akan tetapi, Rasulullah SAW tidak menginginkan hal itu dengan berkata, “Karena mereka telah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lisan mereka, membunuh mereka pun tidak diperbolehkan.”

Meskipun mengetahui siapa saja orang-orang munafik itu, Rasulullah SAW tidak pernah mengungkapkannya. Beliau hanya menyampaikannya kepada Hudzaifah RA. Hudzaifah RA juga mengenali orang-orang munafik tersebut. Namun, beliau juga menyembunyikan rahasia-rahasia seperti ini. Sebab, Hudzaifah RA adalah pembawa rahasia-rahasia Rasulullah SAW. Bahkan, Rasulullah SAW telah memberitahukan segala sesuatu yang telah dan akan terjadi di dunia kepadanya.

Baca juga ; Janganlah kalian berpisah dari Majelis  majelis Ilmu.

Abdullah bin Ubayy, yang merupakan masalah besar bagi umat Islam, meninggal pada bulan Syawal, tahun kesembilan Hijrah. Ketika itu, segera datang wahyu kepada Rasulullah SAW (yang artinya), “Janganlah kamu sekali-kali menyalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di atas kuburnya…” (QS At-Taubah: 84) Dengan kematiannya itu, umat muslim telah selamat dari keburukan dan kerusakkan yang diperbuatnya. Atas kematiannya, sekitar seribu orang munafik bertaubat dan menjadi muslim yang taat.

Sumber artikel:Fazilet takvimi 



Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar