Maret 18, 2022

Kemuliaan Tentara Islam Perang Çanakkale


Hikmahdanhikmah.com - Mengenai keadaan jiwa tentara-tentara kita yang berperang demi kehormatan dan tanah airnya di Perang Çanakkale, Komandan Satuan Artileri Mecidiye Kapten Mehmed Hilmi menjelaskan sebagai berikut,

“Pada saat itu kami merasa berada pada hari sebelum pertempuran laut. Semua prajurit memiliki keinginan besar untuk berperang. Keadaan ini harus dipertahankan. Tidak ada seorang pun di kesatuan yang tidak melaksanakan shalat. Nasihatku yang terus menerus telah membuahkan hasil, dan semangat keagamaan prajurit pun telah mematang.

Kami berusaha sekuat tenaga agar maknawiyah mereka menjadi tidak tergoyahkan. Untuk memastikan hal ini, kami memberikan maklumat-maklumat berikut ini. Mulai hari ini, semua prajurit harus selalu dalam keadaan berwudhu dan memulai peperangan dalam keadaan berwudhu. Pengisian bola meriam pertama akan dilakukan oleh tentara sambil mengumandangkan azan. 

Untuk meningkatkan maknawiyah prajurit-prajurit yang baru tiba, takbir akan dibacakan dengan suara keras dan Al-Quranul Karim pun akan dibacakan. Selama penembakan berlangsung, seluruh anggota satuan artileri akan ikut bertakbir dengan suara nyaring.” (Kunci Terakhir Daulah Utsmani, Penerbit Çamlıca)

Kemuliaan tentara-tentara kita yang berperang dan mati syahid dengan jiwa seperti ini juga dapat dilihat pada catatan-catatan berikut ini.

Seorang prajurit Inggris menjelaskan kemuliaan tentara-tentara Islam saat tentara-tentara musuh sedang mengalami kesulitan sebagai berikut, “Bulan November 1915 berlalu dengan curah hujan yang tinggi. Suatu hari parit kami di Zığındere kebanjiran. Parit-parit kami penuh dengan air. Senjata-senjata kami terendam di dalam air. Teman-teman kami yang sakit tenggelam dalam banjir. 

Tentara-tentara yang bisa selamat naik ke kedua tepi sungai. Kami semua berada di tempat terbuka dan menjadi sasaran tentara-tentara Turki. Jika tentara-tentara Turki mau, mereka bisa datang menyerang kami atau menembaki dan menghabisi kami. Namun, mereka tidak melakukan kedua hal itu. Mereka menunggu kami melewati bencana yang kami alami.”

Salah seorang letnan Inggris menjelaskan perbuatan yang jauh dari kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara musuh sebagai balasan atas kebaikan tentara-tentara Islam yang telah menunjukkan belas kasihannya bahkan kepada musuhnya ketika mereka sedang dalam kesulitan sebagai berikut, “Bulan Desember berlangsung dengan cuaca yang sangat dingin.

Pada tanggal 2 Desember 1915, tentara-tentara Utsmani tidak tahan lagi dengan cuaca dingin tersebut. Mereka pun keluar dari parit-parit yang ada di Zığındere, mengumpulkan ranting-ranting, dan mulai menyalakan api. Mereka terpaksa melakukan hal ini agar tidak membeku. Asap dan api menunjukkan lokasi mereka secara jelas. 

Kami pun kedinginan, tetapi hal ini menjadi sebuah hiburan yang bagus untuk teman-teman kami yang masih memiliki kekuatan untuk menembak. Hari itu, kami menembaki banyak tentara Turki yang terlihat dan lokasinya telah diketahui.”

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar