Agustus 30, 2022

Berikut Adab-adab dan Tatacara membersihkan Badan



Hikmahdanhikmah.com - Akhirat adalah kehidupan yang abadi. Kita percaya bahwa kehidupan akhirat yang disampaikan Al-Quran kepada kita itu adalah sesuatu yang hak. Tidak diragukan lagi bahwa alam gaib jauh lebih luas dan sempurna dari alam yang terlihat hari ini dan ada kehidupan yang lebih sempurna untuk hari esok (akhirat). Orang-orang yang merasa ragu akan hal ini adalah orang-orang yang hatinya buta. Seseorang harus percaya seperti ini, “Awalnya, Allah SWT menciptakanku.

Lalu, aku pun akan kembali kepada-Nya. Ketika aku pergi, mengapa aku tidak (mungkin) diciptakan kembali di alam-Nya yang lain! Mengapa aku tidak bisa menggapai kasih sayang-Nya! Semoga Allah SWT menjadikan akhir hayatku husnul khatimah (wafat dengan membawa iman).”

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadisnya, “Aku heran dengan orang-orang seperti ini. Mereka meragukan Allah SWT meskipun mereka melihat ciptaan-ciptaan-Nya. Mereka mengakui kebangkitan pertama, tetapi menyangkal kebangkitan di akhirat. Sementara itu, ketika setiap malam dan setiap hari ada orang yang mati dan ada yang dibangkitkan (dilahirkan), mereka mengingkari kebangkitan setelah kematian.


Mereka percaya pada surga dan nikmat-nikmatnya, tetapi mereka masih bekerja keras untuk mendapatkan dunia yang penuh dengan tipu daya. Mereka mengetahui bahwa mereka awalnya diciptakan dari segumpal darah dan akhirnya akan menjadi sebuah jasad yang bau busuk, tetapi mereka tetap merasa sombong dan membanggakan diri.”

Jika kita ada dan memiliki ilmu, Allah SWT serta ilmu dan kekuasaan-Nya telah ada sebelumnya. Jika ada dunia yang diketahui saat ini, alam gaib pada hari esok pun ada. Hal-hal yang tidak ada pada hari ini akan terjadi pada hari esok. Esok, kita akan memercayai apa yang kita tidak percaya hari ini. Jika kita ingin tidak pernah salah, tidak pernah meleset dan tidak jatuh ke dalam keputusasaan yang abadi, kita harus percaya pada dasar-dasar yang benar yang tidak dapat dihancurkan oleh peristiwa atau keraguan apa pun. Kita tidak boleh menyebut yang mungkin itu tidak mungkin, dan tidak boleh memilih melakukan keburukan daripada kebaikan. Sebab, kita akan sengsara ketika melihat apa yang kita kira tidak mungkin menjadi mungkin.

Apakah api akan keluar dari air, dan yang hidup akan keluar dari yang mati? Dengan izin Allah SWT, semua akan keluar. Bisakah manusia terbang ke langit? Dengan izin Allah SWT, manusia bisa terbang. Apakah pertanyaan diajukan di dalam kubur? Dengan izin Allah SWT, pertanyaan akan diajukan. Apakah orang yang telah mati akan dibangkitkan? Dengan izin Allah SWT, akan dibangkitkan. Namun, bisakah manusia menjadi pencipta? Tidak akan pernah bisa.


Bahkan, jika manusia membuat seekor burung atau membangkitkan orang mati dengan izin Allah SWT, dia tetaplah seorang hamba, seorang hamba. Segala kemungkinan ada dalam kuasa Allah SWT.  Oleh karena itu, Rasulullah SAW diutus untuk mengajarkan iman dan akidah tauhid, serta mengajarkan amal-amal saleh berdasarkan hal-hal tersebut. Orang-orang yang beriman kepadanya tidak akan pernah tertipu, mereka akan selalu memiliki iman yang hakiki.

Sumber artikel : Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar