September 03, 2022

Mengapa kehidupan diciptakan sebagai ujian bagi manusia?



Hikmahdanhikmah.com - Dunia ini adalah tempat ujian. Allah SWT mengirim kita ke sini untuk memberitahukan keesaan, kekuasaan, dan kesempurnaan-Nya, serta untuk membuat kita layak menghadap ke hadirat-Nya dengan ilmu dan pengetahuan yang akan kita peroleh. Allah SWT telah memberikan iradah juz’iyah dan nafsu. Dia menunjukkan jalan yang lurus dan yang menyimpang. Maksudnya, Allah SWT menguji kita. Tidak ada keraguan sedikit pun bahwasanya perbuatan-perbuatan yang kita lakukan akan diadili esok hari.

Jika melihat nafsu kita penuh dengan keikhlasan serta telah dibersihkan dari penyimpangan dan keburukan, Allah SWT akan memberikan tanda keselamatan. Namun, jika sebaliknya, Dia akan membersihkannya dengan azab di neraka.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 186, “Kalian pasti akan diuji dengan harta dan diri kalian...”

Baca juga : Mari Menunaikan Zakat fitrah zakat maal berinfaq dan bersedeqah dengan rezeqi terbaik kita.

Maksudnya, Allah SWT akan memberikan harta dan kekayaan kepada hamba yang dikehendaki-Nya agar hamba itu diuji karenanya. (Tujuannya) Agar dipahami dan diketahui apakah hamba itu menaati perintah Allah SWT, bagaimana dia memperoleh kekayaan itu, bagaimana dia membelanjakannya, apakah dia mengeluarkan zakatnya atau tidak. Allah SWT juga telah menganugerahkan tubuh, kehidupan, dan kesehatan kepada manusia agar menjadi jelas apakah mereka menggunakannya untuk beribadah dan ketaatan ataukah menyia-nyiakannya karena mengikuti hawa nafsu mereka.

Contoh lainnya adalah seperti ini. Manusia terkadang terserang beberapa penyakit tertentu, mengalami kesedihan atau penderitaan dari waktu ke waktu agar dapat diketahui apakah dia dapat bersabar terhadap ujian-ujian itu dan sejauh mana dia ridha dengan kehendak Allah SWT. Atas hal itu, dia akan diberi pahala atau hukuman yang setimpal.

Allah SWT, dengan ilmu-Nya yang abadi, mengetahui segala tindakan, perbuatan, niat, dan kemampuan hamba-hamba-Nya. Tujuan Dia menguji hamba-hamba-Nya adalah untuk menunjukkan keadaan dan perilaku mereka kepada diri mereka sendiri atau kepada yang lainnya, sehingga pada hari kiamat, mereka tidak memiliki kesempatan untuk memberi alasan.

Para wali Allah selalu berdoa seperti ini, “Ya Rabbi, janganlah Engkau menguji kami dengan sesuatu yang kami tidak dapat menanggungnya!” Mereka tidak mengatakan, “Ya Rabbi, janganlah kau menguji kami!” Sebab, ada kenaikan derajat dalam ujian. Kalian dapat berdoa seperti ini, “Ya Rabbi, aku bukanlah orang yang ahli dalam ujian. Maka, janganlah kau mengujiku! Dengan bantuan kekasih-Mu, izinkanlah kami keluar dari dunia ini tanpa mengalami ujian!” Seorang hamba seharusnya tidak mengucapkan kata-kata seperti ‘Allah SWT sedang menguji saya’ karena siapakah yang mampu menanggung ujian?”

Baca juga ; Cara Menghadapi Masalah hidup yang  Berat.

Sumber artikel;Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar