TENTANG RIZQIQU


Rizqi


Hikmahdanhikmah.com - Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.... 
Sahabat Hikmahdanhikmah yang berbahagia dan di Rahmati oleh Allah, kali ini admin share Tentang Rizqi,bahwa Rizqi orang berbeda beda dalam takarannya, ada yang dikasih mudah dan banyak dan ada yang dikasih sedikit bahkan ada yang belum dikasih Rizqi, sebenarnya bukan belum dikasih Rizqi cuma belum saatnya tiba saja, 

Bukan kah Allah Maha pemberi kejutan dan Allah Maha Tahu akan kapan saat yang tepat yang ia berikan dan Allah maha adil lagi Maha mengetahui apa apa yang diinginkan oleh kita sebagai hambanya.jadi meskipun lari ,Rezekimu bisa tetap mengejarmu.mari renungkan Rangkuman tulisan dibawah ini  ada tulisan yang admin copas dari pesan whtshp, bahwa semisal ini belum sampai ke Whtshp anda ya:

Isi pesan Whtshp :

Kalau rejeki itu diukur dari kerja keras..
maka kuli bangunanlah yang akan cepat kaya 
(ini bermakna meski tidak kerja keraspun sebenarnya Allah tetap berikan jadi tidak bisa jadi ukuran) 

Jika rejeki itu ditentukan dari waktu kerja
maka warung kopi 24 jam lah yang akan lebih mendapatkannya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD
Jika rejeki itu milik orang pintar
maka dosen yang bergelar panjang yang akan lebih kaya...

Jika rejeki itu karena jabatan
maka presiden dan rajalah orang yang akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..

Rejeki itu karena kasih sayang Allah :
"Mengejar rejeki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "
( Ali bin Abi Thalib ) 
Begitu pun jikalau kita beramal sholeh seperti Sedekah atay infaq yang terpenting adalah bisa istiqomah terus menerus, kontiunitas rutin tanpa putus dan tanpa penolakan jikalau ada yang meminta. Ketahuilah bahwa untuk mendapatkan Rizqi kita juga harus bisa memberikan Rizqi kepada sesama karena hakekatnya itu bisa kembali ke diri pengamalnya. 

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah)

sebagaimana ia lari dari kematian,
niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
(HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis
Abdurrahman bin Auf tentang investasinya membeli kurma busuk.
Suatu ketika Rasulullah bersabda,
Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf  pun berfikir keras,bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk.Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf %pun menjual semua hartanya,
kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku,tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf
Sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf pun juga gembira.
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf gembira juga sebab...berharap jatuh miskin!

Abdurrahman bin Auf merasa sangat lega,
sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Masya Allah Rencana Allah ﷻ itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita,
Raja Yaman mencari kurma busuk.Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular,dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf 
dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahu Akbar....

Orang lain berusaha keras jadi kaya.
Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf  berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal.
Benarlah firman Allah

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan
terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
(QS. Adz Dzariyat, 22 )

Kisah diatas sesuai dengan hadist
Dari Zaid bin Tsabit , ia mendengar Rasulullah  bersabda jika diterjemahkan bahasa kita maka seperti ini:

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia,
maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya,
menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya,
dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali
menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat,
Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya,dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”
Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183);
Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân);
al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ .

Nasihat [Imam Hasan Al-Basri berkata ]:
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku
tenang.
Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain,
maka aku sibukkan diriku dengan beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah
mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk
berjumpa dengan Rabb-ku 

Baca Juga : Cara Menarik Rizqi dengan Sedekah
Previous
« Prev Post

Related Posts

TENTANG RIZQIQU
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami