Mengapa Bayi Belum Boleh Minum Air Putih ?

sumber gambar : https://www.aryanto.id

Hikmahdanhikmah.com – Mungkin anda pernah mendengar kalau bayi sebaiknya jangan terburu-buru diberikan air putih. Selama ini kebanyakan orang mengenal air putih sebagai jenis minuman yang netral dan juga kaya manfaat bagi kesehatan. Namun mengapa para pakar kesehatan menyarankan untuk tidak memberikan kepada bayi ?

Menurut para pakar kesehatan mengatakan bahwa pemberian air putih pada bayi bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan bahwa ada yang berujung pada kematian. Mungkin hal ini terdegar aneh pasalnya air putih sangat baik bagi kesehatan kita.

Ternyata saat seorang bayi kita berikan air putih, maka akan membuat kadar natrium dalam tubuhnya menurun. Kondisi ini akan menyebabkan proses penyerapan nutrisi akan berjalan lebih sulit. Jika hal ini terus terjadi, maka bisa menyebabkan bayi mengalami kejang dan bisa menyebabkan kematian.
Dengan alasan inilah mengapa para pakar kesehatan salah satunya adalah Danielle Stringer sangat menyarankan seorang bayi usia kurang dari enam bulan untuk hanya diberikan ASI. Bila ternyata ASI tak bisa diberikan, maka bisa memberinya susu formula.

Yang memicu kejang pada bayi saat mengkonsums air putih adalah karena pada saat air tersebut masuk dalam tubuh bayi, maka akan terjadi proses penyerapan air yang dilakukan oleh sel-sel tubuh. Kondisi ini ternyata menyebabkan pembengkakan pada tubuh bayi dan bisa terjadi pada bagian otak. Hal inilah yang akhirnya bisa memicu kejang dan mengancam kesehatan bayi.

Mungkin banyak ibu yang merasa khawatir saat bayi mereka tidak mendapatkan air putih akan mengalami dehidrasi. Jika seorang bayi bisa diberikan ASI, maka jangan khawatir bayi mengalami dehidrasi. Kita tahu bahwa ASI mengandung komponen yang super lengkap yang salah satunya adalah air. Bayi yang mendapatkan ASI juga akan tumbuh dengan baik, sehat dan maksimal.

Artikel Terkait : Kiat Untuk Membentuk Anak Yang Cerdas
Previous
« Prev Post

Related Posts

Mengapa Bayi Belum Boleh Minum Air Putih ?
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami