Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghidupkan Malam-malam Mulia dengan berbagai macam ibadah

Hikmahdanhikmah.com - MENGHIDUPKAN MALAM-MALAM MULIA: Terdapat banyak hadis dan perkataan ulama-ulama besar Islam mengenai keutamaan malam Bara’ah, yakni malam ke-15 bulan Sya’ban. Oleh sebab itu, umat muslim menghidupkan malam ini dengan berbagai macam ibadah. Malam-malam mulia seperti ini adalah waktu-waktu khusus bagi umat muslim untuk menyampaikan keinginan-keinginan mereka kepada Allah SWT dan berharap agar keinginannya tersebut dikabulkan.



Malam mulia ini memberikan kabar gembira kepada kita bahwa telah dekatnya bulan Ramadan dan mengingatkan kita agar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan bulan tersebut.

Begitu banyak ulama besar Islam yang menulis berbagai kitab dan risalah tentang menghidupkan malam-malam mulia seperti ini. Ada banyak kitab-kitab terkenal yang mengangkat tema ini yang ditulis oleh ulama-ulama besar seperti Najm Al-Giti, Ibnu Hajar Al-Makki, Aliyyul Qari, Ibnu Rajab Al-Hanbali, Salim As-Sinhuri, dan Abdul Ghani An-Nablusi (rahmatullahi ‘alaihim).

Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan beberapa perawi hadis lainnya menuliskan bahwa pada malam ini Rasulullah SAW pergi ke pemakaman Baqi dan berdoa di sana. Selain itu, Rasulullah SAW juga memberi tahu Sayidah Aisyah (R.Anha) mengenai banyaknya ampunan bagi orang-orang yang bertaubat atas dosa-dosanya pada malam ini.

Menurut penjelasan dalam kitab Tafsir Tsa’labi, kata ‘malam’ yang terdapat dalam surat Ad-Dukhan ayat 4 yang artinya, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” adalah malam Bara’ah. Sebab, Ikrimah RA berkata, “Pada malam ke-15 bulan Sya’ban (malam Bara’ah), diputuskan seluruh peristiwa (seperti kebaikan, keburukan, rezeki, ajal, dll) yang akan terjadi pada tahun itu, lalu diberikan kepada malaikat-malaikat yang bertugas, dan nama-nama jamaah haji pun dituliskan.

Di antara orang-orang yang dituliskan pada tahun itu, tidak akan ada yang kurang atau lebih.” Hadis berikut ini adalah dalil yang menguatkan hal ini. “Ajal-ajal telah diputuskan dari bulan Sya’ban hingga bulan Sya’ban berikutnya.”

Menurut sebuah riwayat, penulisan pada lauhul mahfudz dimulai pada malam Bara’ah dan diselesaikan pada malam lailatul qadar.

Nama-Nama: Laki-laki: Hilmi, Perempuan: Hafizah

 Sumber artikel; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Menghidupkan Malam-malam Mulia dengan berbagai macam ibadah"

banner 800x90