Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Hakikat Mimpi dan cara Menyikapinya

Hikmahdanhikmah.com - HAKIKAT MIMPI: Mimpi adalah sesuatu yang terlihat dalam keadaan tidur. Mimpi terbagi menjadi tiga bagian:

Mimpi yang menakutkan yang ditunjukkan oleh setan untuk membuat manusia menjadi sedih, seperti jatuh dari tempat yang tinggi dan digigit oleh anjing. Ini semua adalah sesuatu yang tidak berdasar. Ketika bermimpi seperti ini, hendaknya seseorang berlindung kepada Allah SWT dan tidak menceritakannya kepada orang lain.



Ketika bermimpi buruk, seseorang harus mengatakan ‘Tuh’ seperti sedang meludah sebanyak tiga kali ke arah kiri untuk mengusir dan menghinakan setan.

Setelah itu, ia harus berlindung kepada Allah SWT (dengan membaca taawuz) sebanyak tiga kali dan membalikkan tubuhnya ke arah yang lain. Selanjutnya, ia harus melaksanakan shalat sunah dua rakaat dan memberikan sedekah. Dengan demikian, Allah SWT akan memalingkan keburukan yang akan menimpanya.

Mimpi mengenai hal-hal yang menjadi kesibukannya sehari-hari. Ini adalah hal-hal yang tidak penting karena merupakan hasil dari khayalan dan tidak berdasar.

Syekh Abul Faruq Sulaiman Hilmi Tunahan Silistrawi KS berkata, “Ketika melihat mimpi yang baik, hendaknya seseorang membaca satu surat Al-Fatihah dan tiga surat Al-Ikhlas lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Hal ini akan menyebabkan mimpi itu terwujud dalam waktu dekat jika mimpi itu akan terwujud pada waktu yang masih lama.” (Hatıratım, hlm. 43)

Mimpi-mimpi yang merupakan salah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian. Mimpi-mimpi ini pada dasarnya adalah kabar gembira atau teguran dari Allah SWT. Sebagian malaikat mengambil mimpi-mimpi ini dari ummul kitab (lauhul mahfuzh) dengan izin Allah SWT, lalu mengilhamkannya kepada ruh orang-orang yang sedang tidur.

Mimpi bagian pertama dan kedua adalah mimpi-mimpi yang batil. Adapun mimpi bagian ketiga adalah mimpi yang benar. Mimpi-mimpi yang benar ini biasanya diberikan kepada orang-orang yang jujur, berhati bersih, dan berakidah sahih.

Wahyu turun kepada Rasulullah SAW selama dua puluh tiga tahun dan dalam enam bulan pertamanya turun dalam bentuk mimpi yang benar.

Walhasil, mimpi-mimpi seperti ini terwujud
Sumber artikel ; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Tentang Hakikat Mimpi dan cara Menyikapinya"

banner 800x90