Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengabdian Sultan Mahmud Al Ghaznawi Terhadap Ahlussunah Wal jama'ah

Hikmahdanhikmah.com - PENGABDIAN SULTAN MAHMUD AL-GHAZNAWI TERHADAP AHLUSSUNAH WAL JAMAAH: Dinasti Ghaznawiyah (963-1186) yang berkuasa di sebuah wilayah yang sangat luas, dari Azerbaijan hingga India dan dari Khwarezmia (Danau Aral/Uzbekistan) hingga pesisir pantai Samudra Hindia, telah menjadi salah satu pembela terbesar akidah Ahlussunah wal Jamaah selama masa kejayaannya. 

Sumber gambar : https://ganaislamika.com/mahmud-ghaznawi-1-sultan-pertama-di-dunia/

Bersamaan dengan melemahnya Daulah Bani Abbasiyah, banyak berdiri negara-negara kecil sehingga dunia Islam menjadi terpecah belah. Akibat masa kekacauan ini muncul banyak kelompok-kelompok akidah yang rusak seperti Batiniyah, Fatimiyah, Qaramitah, dan Ismailiyah, dan mereka juga mendirikan negara-negara. Negara-negara Islam suni seperti Dinasti Ghaznawiyah dan Dinasti Seljuk memerangi kelompok-kelompok yang menyimpang dari jalan hidayah Rasulullah SAW sebagaimana mereka memerangi kaum non muslim.

Sultan Mahmud Al-Ghaznawi (998-1030) telah mengerahkan upaya besar dalam menyebarkan agama Islam. Dengan melakukan invasi ke India sebanyak tujuh kali, beliau telah menjadi wasilah tersebarnya agama Islam di sana. Sultan Mahmud Al-Ghaznawi mengirim para ulama ke daerah-daerah yang dikuasainya di India sebagaimana beliau juga membangun masjid-masjid di daerah-daerah tersebut. Tujuan invasi beliau ke India adalah menjaga dan memperkuat akidah Ahlussunah wal Jamaah.

Salah satu khidmah terbesar Sultan Mahmud terhadap agama Islam adalah melakukan invasi ke Daulah Buwaihiyah yang beraliran Syiah. Sebab utama invasi yang dilakukan Sultan Mahmud pada tahun-tahun terakhir kepemimpinannya adalah kezaliman Dinasti Buwaihiyah kepada masyarakat suni dan perilaku tidak berakhlaknya yang tidak sesuai dengan dasar-dasar agama Islam. 

Penyerangan terhadap orang-orang Syiah ketika masih ada orang-orang kafir di India menunjukkan perhatian besar sultan terhadap masalah ini. Dengan invasi yang dilakukan pada tahun 1029 ini, pasukan Dinasti Buwaihiyah yang berada di kota Ray telah dilumpuhkan. Selanjutnya, Dinasti Seljuk pun melakukan serangan terbesar kepada Dinasti Buwaihiyah pada tahun-tahun berikutnya.

Sepeninggal Sultan Mahmud Al-Ghaznawi pada tahun 1030, putranya, Sultan Mas’ud, dan sultan-sultan Dinasti Ghaznawiyah selanjutnya pun mengikuti jejak beliau. Mereka telah berusaha sungguh-sungguh agar banyak wilayah mendapatkan kemuliaan cahaya agama Islam. Selain itu, mereka juga sangat bersikap hati-hati dalam menyebarkan agama Islam dan akidah Ahlussunah wal Jamaah.

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Pengabdian Sultan Mahmud Al Ghaznawi Terhadap Ahlussunah Wal jama'ah"

banner 800x90