Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dengan Apakah Hati dapat Menjadi lembut?

Sumber gambar : kabarindah.com

Hikmahdanhikmah.com - Abu Hafs Umar bin Salih At-Tarsusi RH menceritakan,“Suatu hari aku dan seorang waliyullah, Yahya bin Jalla RH, pergi mengunjungi Imam Ahmad bin Hanbal RH. Ketika itu, di sekitar beliau juga terdapat beberapa muridnya.

Aku bertanya kepada Imam Ahmad RH, “Wahai Imam, bagaimanakah kegelisahan dan kekerasan dalam hati dapat hilang? Dengan apakah hati dapat menjadi lembut?”

Imam Ahmad RH melihat kepada para muridnya yang ada di sekelilingnya agar mereka menjawab pertanyaan itu. Karena tidak ada suara yang keluar dari mereka, Imam Ahmad RH menundukkan kepalanya beberapa saat. Setelah bertafakur, beliau menjawab,

“Anakku, (hati dapat menjadi lembut) dengan memakan makanan yang halal.”’

Setelah itu, kami pergi mengunjungi Bisyr Al-Hafi RH. Aku pun bertanya kepadanya, “Wahai Tuan, dengan apakah hati dapat menjadi lembut?”

Lalu, beliau membaca surat Ar-Ra’d ayat 28 (yang artinya), “...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Aku berkata kepadanya, “Aku telah menanyakan hal ini kepada Imam Ahmad RH dan beliau menjawab, ‘Dengan memakan makanan yang halal.’” Beliau pun berkata, “Beliau telah mengajarimu hal yang sebenarnya.”

Kemudian, aku mengunjungi waliyullah lainnya, Abdul Wahab bin Abul Hasan RH, dan menanyakan pertanyaan yang sama. Beliau pun menjawab dengan membaca surat Ar-Ra’d ayat 28 seperti yang dibaca oleh Bisyr Al-Hafi RH.

 Aku berkata, “Aku telah bertemu dengan Imam Ahmad RH dan menanyakan hal ini.” Abdul Wahab RH pun merasa senang seraya berkata, “Apakah yang beliau katakan?” Aku menjawab, “Beliau berkata ‘Dengan memakan makanan yang halal.’” Lalu, Abdul Wahab RH pun berkata, “Beliau telah memberitahumu permata yang paling berharga dan hal yang sebenarnya adalah seperti yang beliau katakan.” (Abu Nu’aim, Hilyatul Aulia)

Baca juga : sebab-sebab mengerasnya hati dan obatnya

BAIT-BAIT

Baş eğmeyiz edaniye dünyayı dûn için

Allâh’adır tevekkülümüz, itimâdımız

Minnet Hüdâ’ya devlet-i dünyâ fenâ bulur

Bâkî kalır sahife-i âlemde adımız.         (Baki)

(Kita tidak menundukkan kepala kepada orang-orang yang merendahkan dirinya demi dunia yang hina.

Tawakal dan keyakinan kita hanyalah kepada Allah SWT.

Ribuan rasa syukur kita ucapkan kepada Allah SWT karena dunia akan hilang dan pergi.

Nama kita akan kekal di alam akhirat.)   (Syair Baki)

Sumber artikel : Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Dengan Apakah Hati dapat Menjadi lembut?"

banner 800x90