April 30, 2022

Ramadhan Akan Pergi Maka Manfatkan dengan Sebaik-baiknya

Foto buka bersama anak Yatim di yayasan Sosial Pati

Hikmahdanhikmah.com - Ramadhan Sebentar lagi akan Pergi Maka Manfaat kan dengan sebaik-baiknya adalah Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع

Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan sedang ia tidak tau apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi.

Sedangkan Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta’ala berkata :

Saudaraku...Sesungguhnya bulan Ramadhan hampir saja pergi dan sebentar lagi akan berganti.Ramadhan akan segera beranjak membawa amalan kalian.Kemudian (kelak di hari kiamat) ia akan datang memperlihatkan segala yang telah kalian kerjakan pada bulan suci ini.

Duhai, betapa celakanya 
Apa saja yang telah kalian lakukan untuk melepas kepergiannya?! Entah ia akan pergi dengan menyanjung amal-amal kalian atau dalam keadaan mencela perbuatan kalian.
(Sumber : at-Tabshirah (2/102))

Mudik Kampung Akhirat dan Mudik Kampung Dunia Sebuah Renungan
Renungan antara dua mudik Rasa gembira dan rasa takut
  • Benar, mudik lebaran ke kempung dunia membuat hati terasa gembira dan bahagia 
  • Tapi, mudik ke kampung akhirat, sebagian takut dan cemas, iya karena Al-wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati 
  • Dinanti-nantikan dan dihindari
  • Iya, betapa bahagia ketika mendapat cuti liburan panjang akan mudik kampung dunia 
  • Tapi, mudik kampung akhirat dihindari, dicemaskan bahkan sekedar berita kematian saja sudah ngeri 
  • Persiapan mudik Benar, mudik lebaran mempersiapkan segalanya, baju terbaru, kendaran performa terbaik, senyuman dan suasana menyenangkan 
  • Tapi, mudik akhirat? Seadanya?  tidak tahu bekalnya apa? Bahkan tidak ada yang siap mudik sekarang juga 
  • Buah tangan mudik Iya, bahagia sekali bisa membawa buah tangan oleh-oleh bagi mereka yang dikampung, buah tangan tidak seberapa tetapi bernilai 
  • Tapi, buah tangan mudik akhirat belum jelas? Karena tempat persinggahan belum tentu bertemu 
  • Selama merantau Benar, selama merantau, hidup seadanya, pakaian, makanan dan tempat tinggal, yang penting pulang kampung sukses dan membawa semua keberhasilan di perantauan 
  • Tapi, mudik akhirat telah dilupakan, pura-pura lupa atau sengaja dilupakan, malah bermegah-megah di tanah perantauan, sejatinya tanah perantauan semu 
  • Kitalah perantau itu Sekedar lewat, sebagaimana musafir yang mampir sebentar di bawah pohon kemudia pergi 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ 
Apa peduliku dengan dunia?! 
Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.(HR. Tirmidzi no. 2551. dishahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan At Tirmidzi)
Jadi Sudah pasti Kita pasti akan mudik ke kampung akhirat.

Sedangkan Allah Azza wa Jalla berfirman :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ 
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”(an-Nisa’/4:78)

Dunia ini sementara dan hakihatnya adalah : 

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. 

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(al-Hadid/57:20) Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Hanya Alloh yang memberi Taufik & hidayah untuk berbuat kebajikan. Yang Selalu 

DOA RASULULLAH SAW KETIKA AKAN BERPISAH DENGAN BULAN RAMADHAN


“Yaa Allah! Janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.”

“Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Engkau ampuni atau dosa yang menyebabkan aku disiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.”

“Yaa Allah! Terimalah puasaku dengan sebaik-baik penerimaan, perkenan, kema’afan, kemurahan, pengampunan & keridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dengan segala kebaikan, segala anugerah yang Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan. Demikian juga, dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yang telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

Hanya Alloh yang memberi Taufik & hidayah untuk berbuat kebajikan. Yang Selalu Mengharap Ampunan Dari ROBBnya. Semoga Bermanfaat Barokalloh fiikum.


Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar