Mei 30, 2022

Alasan Meninggalkan Tidur untuk ilmu


Hikmahdanhikmah.com - Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani RH tidak tidur pada malam hari dan selalu sibuk dengan ilmu. Beliau biasanya melepas kardigannya, lalu duduk. Terdapat banyak tumpukan buku di sekitarnya. Terkadang beliau mengambil satu buku dari tumpukan buku-buku tersebut lalu membacanya, setelah itu menaruhnya kembali dan mengambil buku lainnya. Selalu ada semangkuk air di sisi beliau untuk menghilangkan kantuknya.

Ketika orang-orang bertanya, “Mengapa Anda tidak tidur?” beliau berkata, “Umat muslim tertidur pulas karena percaya kepada kami, dan bagaimana aku bisa tidur, sedangkan mereka berkata, ‘Apabila kami memiliki masalah, dia akan mengatasinya untuk kami?’ Jika aku tidur, agama akan lenyap.”

DARUS SYIFA (RUMAH SAKIT) BERUSIA EMPAT ABAD


Sultan Bayazid Khan II membangun sebuah külliye (sejumlah bangunan yang dibangun di sekeliling masjid), yang di sekelilingnya terdapat rumah sakit, di Edirne yang merupakan ibu kota kedua Daulah Utsmaniyah. Pembangunan külliye yang dipimpin oleh Arsitek Khairuddin berlangsung selama empat tahun dan selesai pada tahun 1488. Di dalam külliye itu terdapat masjid jami’, madrasah, imaret (yayasan duafa), hamam (pemandian umum), dan darus syifa (rumah sakit). Bersamaan dengan külliye ini, dibangun juga jembatan di atas Sungai Tunca.

Rumah sakit dibangun dalam bentuk segi enam dan ditutupi oleh kubah dengan dua belas jendela yang dibangun di dua belas sisi. Suara gemercik air yang mengalir dari kolam tepat di bawah kubah berfungsi untuk menenangkan dan menyembuhkan pasien yang terbaring di kamar. Evliya Çelebi, yang mengunjungi Edirne pada tahun 1682.

memuji külliye dengan berkata, “Di sana terdapat darus syifa yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata dan tidak dapat ditulis dengan pena.” Pasien-pasien dapat mendengarkan kicauan ribuan burung di taman mawar, kebun anggur, dan taman di sekitar kubah melengkung. Pada musim semi, dilakukan upaya penyembuhan pasien menggunakan aroma harum dari bunga-bunga seperti melati, rosemary, anyelir, kemangi, tulip, dan Hyacinthus.

Baca juga; Hal-hal yang Perlu didiperhatikan untuk memperoleh Tidur yang bermanfaat.

Di külliye, penyembuhan dan perawatan para pasien penyakit jiwa sangat diperhatikan. Darus Syifa, yang telah melayani selama empat abad, terus memberikan pelayanan selama beberapa waktu setelah Perang Balkan. Hari ini darus syifa tersebut digunakan sebagai museum. (Majalah Yedikita, edisi ke-137)

Sumber Artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar