Juni 13, 2022

Rosululoh Saw hidup di dalam Makamnya



Hikmahdanhikmah.com - Semua ulama sepakat mengenai hidupnya Rasulullah SAW di dalam makam mulianya. Beliau mengetahui orang yang berziarah kepadanya.

‘Allāmah Qasthalani RH berkata, “Ketika berziarah, seseorang harus berpikir bahwa Rasulullah SAW mengetahui orang-orang yang datang ke hadapannya sebagaimana ketika beliau masih hidup, dan beliau mendengar ucapan salam dari orang-orang yang menyalaminya. Sebab, tidak ada perbedaan di antara hidup dan matinya beliau. Rasulullah SAW memperhatikan dan mengetahui umatnya. Semua ini terlihat begitu jelas bagi beliau dan tidak akan pernah disembunyikan.

Imam Suyuti RH berkata, “Rasulullah SAW hidup bersama ruh dan jasad mulianya, beliau bisa melakukan segala sesuatu yang beliau kehendaki, serta dapat pergi ke tempat yang beliau inginkan di muka bumi dan alam malakut. Beliau dalam keadaan sebelum wafatnya dan sama sekali tidak ada anggota tubuhnya yang berubah. Tidak ada sesuatu yang menghalangi kebenaran hal ini, baik secara akal maupun naqli.”

Tentang ayat Allah SWT yang artinya, “Sungguh, kau pasti akan mati,” (QS Az-Zumar: 30) dan hadis syarif Rasulullah SAW, “Sungguh, ruhku akan dicabut,” ‘Allāmah Subki RH menjelaskannya sebagai berikut, “Keadaan kematian Rasulullah SAW tidak berlanjut, dan setelah meninggal beliau akan dihidupkan kembali dengan kehidupan yang hakiki. Akan tetapi, tubuh beliau tidak lagi memiliki kebutuhan terhadap hal-hal seperti makan, minum, dan lainnya sebagaimana ketika di dunia. Sebab, malaikat-malaikat pun hidup dan tidak membutuhkan itu semua.

Ulama-ulama muslim telah menuliskan kitab-kitab yang membahas hal ini secara khusus. Kitab Inbāul Adzkiyā’ fī Hayātil Anbiyā’ karya Imam Suyuti Al-Hafidz dan kitab Hayātul Anbiyā’ fī Qubūrihim karya Imam Baihaqi RH adalah sebagian di antara kitab-kitab tersebut.

Baca juga ; khutbah wada rosululoh saw.

Seberapa dekat seseorang dengan para pembesar Islam, setinggi itulah derajat yang akan ia capai, dan kebutuhannya akan terpenuhi (di dunia dan akhirat). Makam Rasulullah SAW adalah pintu tempat berkumpulnya keinginan dunia dan akhirat. Percaya atau tidak, semua permohonan didapatkan melalui pintu itu. Setiap orang memiliki keinginan sesuai dengan kemampuannya. Sementara itu, seorang mukmin paling membutuhkan syafaat Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, dan semestinya ia berusaha untuk mendapatkannya.

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar