April 14, 2021

Ketahuilah Keutamaan berpuasa

Hikmahdanhikmah.com - KEUTAMAAN BERPUASA: Pada awal-awal masa hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslim untuk berpuasa pada hari Asyura dan tiga hari pada setiap bulan. Satu setengah tahun setelah hijrah, tepatnya pada tanggal 10 Sya’ban, diwajibkanlah puasa pada bulan Ramadan.



Dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, “Barang siapa di antara kamu berada di bulan Ramadan, hendaklah ia berpuasa, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia tidak berpuasa), (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah SWT menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...”

Hakim Tirmidzi RH menafsirkan kata yusr (kemudahan) dalam ayat tersebut seperti ini, “Yusr adalah nama surga. Sebab, segala kemudahan ada di surga. Sementara itu, ‘usr (kesulitan) adalah nama neraka. Sebab, segala kesulitan ada di sana. Maksudnya, Allah SWT menginginkan kalian masuk surga dengan perantara puasa kalian dan tidak menginginkan kalian masuk neraka.”

Dalam hadis lain disebutkan, “Terdapat dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka (karena telah menyempurnakan puasanya serta dapat kembali makan dan minum) dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya (karena meraih derajat yang tinggi).”

Kata as-sāihun (orang yang dalam perjalanan) dalam surat At-Taubat ayat 112 ditafsirkan sebagai orang yang berpuasa. Sebab, dalam hadis pun disebutkan, “Perjalanan umatku adalah puasa.” Terdapat dua kemiripan di antara puasa dan perjalanan:

1) Seseorang yang sedang dalam perjalanan biasanya terhalang dari keinginan hawa nafsunya seperti makan, minum, dan sebagainya. Selain itu, ia juga diharuskan untuk bersabar dan tabah dalam menghadapi beberapa kesulitan. Puasa juga menyerupai sebuah perjalanan yang penting dalam mencegah manusia dari hawa nafsunya.

2) Sebagaimana perjalanan menjadi wasilah seseorang untuk mempelajari hal-hal baru yang belum dilihat dan diketahuinya, puasa pun menjadi wasilah baginya untuk mempelajari rahasia-rahasia alam malakut. Dengan wasilah ini, orang yang berpuasa dapat memperoleh banyak keberkahan dan rahasia-rahasia Ilahi sehingga ia dapat berpindah dari satu makam maknawi ke makam maknawi lainnya. Oleh sebab itu, dari sisi ini, puasa juga disebut sebagai perjalanan.

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar