Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah yang dimaksud dengan Amal-amal Saleh?

Hikmahdanhikmah.com - APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN AMAL-AMAL SALEH?: Imam Rabbani KS dalam sebuah maktubnya berkata,“Pada sebagian besar ayat Al-Quran, Allah SWT mangaitkan masuk ke dalam surga dengan amal-amal saleh. Aku sudah sejak lama merasa ragu mengenai hal-hal seperti ini.


Apakah amal-amal saleh yang dimaksud di sini adalah seluruh amal saleh atau sebagiannya saja? Jika yang dimaksud adalah seluruh amal saleh, hal ini sangatlah sulit karena hanya sedikit orang yang dapat melakukan seluruh amal saleh. Namun, jika yang dimaksud hanyalah sebagian amal saleh, berarti amal-amal saleh yang mana saja yang dimaksud masih belum jelas. 

Pada akhirnya, diberitahukan kepadaku semata-mata dengan karunia Allah SWT sebagai berikut.

Maksud dari amal-amal saleh (yang diperintahkan dalam ayat Al-Quran dan hadis) adalah lima rukun yang dibangun di atas Islam, yaitu rukun Islam. Apabila lima rukun Islam ini dikerjakan dengan sebenar-benarnya, diharapkan hal itu menjadi keselamatan. Sebab, kelima rukun Islam tersebut asalnya adalah amal-amal saleh yang menjadi penghalang dari dosa-dosa dan keburukan. 

Baca juga : pentingnya ilmu sebelum beramal

Firman Allah SWT yang artinya, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar (segala sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat dan akal),” adalah dalil untuk hal ini. Apabila kelima rukun Islam tersebut dikerjakan, diharapkan rasa syukur kepada Allah SWT juga terungkapkan. 

Ketika rasa syukur telah diungkapkan, keselamatan dari azab dapat tercapai. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Quran yang artinya, “Allah SWT tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman...” (QS An-Nisa: 147)

Baca juga : 3 ungkapan rasa syukur

Maka dari itu, setiap muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan kelima rukun Islam tersebut, khususnya shalat yang merupakan ‘tiang agama’. Sebisa mungkin, ia tidak ridha ketika meninggalkan salah satu dari adab shalat, bahkan adab yang terkecil sekalipun.

Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna (pada waktunya dan mengerjakan rukun-rukunnya dengan benar) berarti telah melaksanakan sebuah asas yang besar dari rukun Islam, berpegang teguh pada tali yang kuat agar selamat, dan telah selamat. Keberhasilan hanya datang dari Allah SWT...” (Maktubat Syarifah, Jilid 1, maktub 304)

Sebaik-baik Amal adalah yang dilakukan secara Terus-menerus

Sayidah Aisyah (R.Anha) berkata,

“Rasulullah SAW banyak berpuasa pada beberapa bulan sehingga kami mengira bahwa beliau selalu berpuasa pada bulan-bulan tersebut. Sementara itu, beliau sedikit berpuasa pada beberapa bulan lainnya sehingga kami mengira bahwa beliau sama sekali tidak berpuasa pada bulan-bulan tersebut. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa selama tiga puluh hari penuh selain pada bulan Ramadan. Selain itu, aku juga belum pernah melihat Rasulullah SAW banyak berpuasa pada suatu bulan selain bulan Sya’ban.

Dikatakan dalam sebuah hadis syarif, ‘Itulah (bulan Sya’ban) yang kebanyakan manusia lalai di dalamnya, yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan. Padahal, amal ibadah diangkat ke hadirat Rabb semesta alam pada bulan ini. Maka, aku menyukai amal ibadahku diangkat ketika aku dalam keadaan berpuasa.’

Rasulullah SAW bersabda, ‘Pilihlah ibadah-ibadah (nafilah) yang mampu kalian lakukan. Selama kalian tidak meninggalkan beribadah, Allah SWT pun tidak akan memutus pahala untuk kalian.’

Dalam hadis syarif dikatakan, ‘Lakukanlah amal ibadah yang mampu kalian lakukan.’ Maksudnya, lakukanlah ibadah sunah yang mudah bagi kalian dan amalan yang dapat kalian lakukan dengan tulus tanpa merasa bosan. Sebab, kebosanan dan kejenuhan dapat mengurangi pahala amal ibadah.

Selama kalian tidak berhenti beramal, Allah SWT tidak akan berhenti memberikan pahala dan menuliskan pahala-pahala yang berlipat ganda untuk kalian. Selama kalian terus melakukan amal saleh meskipun hanya sedikit, Allah SWT akan membantu kalian dalam meneruskan hal tersebut. 

Akan tetapi, jika kalian menunjukkan kebosanan dan kejenuhan serta melakukan amal ibadah dengan tidak sempurna, pahala-pahala kalian akan mulai berkurang juga. Amal sedikit yang dilakukan secara terus-menerus itu lebih utama daripada amal banyak yang tidak dilakukan secara terus-menerus. Selain itu, melakukan amal ibadah secara terus-menerus merupakan bagian dari mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Menurut Rasulullah SAW, shalat yang paling disukai adalah shalat yang telah menjadi kebiasaan dan terus dilakukan walaupun hanya sedikit. Ketika telah memulai membiasakan melakukan shalat sunah apa pun, Rasulullah SAW akan terus melakukannya.

Sumber artikel: Fazilet takvimi


Mari Abadikan Amal sholehnya untuk Peduli Anak Yatim dan Dhuafa BRI Simpedes cabang KCP Kuniran

Rekening BRI : 7981-01-009853-53-6 An : YAYASAN PIJAR MULYA PATI INDONESIA

info/Konfirmasi Transfer

WhatsApp : 085268070123

CARA BERDONASI ZAKAT INFAQ SODAQOH

  1. Kami Jemput Zakat Anda
  2. Tranfer ke Rekening Yayasan
  3. Datang langsung ke Alamat yayasan

YAYASAN SOSIAL YATIM DAN DHUAFA BERNAMA YAYASAN PIJAR MULYA PATI INDONESIA

D/a alamat kami Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Pati Jawa Tengah 59184

Posting Komentar untuk "Apakah yang dimaksud dengan Amal-amal Saleh?"

banner 800x90