Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Rahasia-Rahasia surat Al-Quraisy



Hikmahdanhikmah.com - Dalam kitab Mir’atul Haramain, Ayub Sabri Pasha menceritakan sebuah kejadian tersebarnya wabah menular di Makkah Al-Mukarramah yang diriwayatkan dari seorang tokoh ulama bernama Syekh Ahmad Dukhani sebagai berikut.

Sebelumnya, telah terjadi wabah penyakit menular yang sangat dahsyat di kota Makkah Al-Mukarramah. Jemaah haji dan penduduk setempat tiba-tiba saja jatuh dan meninggal ketika di jalan. Berjalan kaki di jalan-jalan dan pergi ke Masjidil Haram menjadi sesuatu yang tidak mungkin karena banyaknya jenazah.

Pada hari-hari ketika wabah tersebut makin bertambah dahsyat, peristiwa ini membuatku takut dan aku memutuskan untuk melaksanakan shalat di rumah. Akan tetapi, aku tidak rela meninggalkan shalat Asar berjamaah hingga akhirnya aku pun pergi ke Masjidil Haram. 

Lalu, setelah shalat Asar, aku keluar melalui pintu Shafa dan aku hanya bisa pergi dengan susah payah sampai kaki bukit Shafa. Banyak orang terbaring di kedua sisi jalan dan tidak ada kemungkinan untuk melakukan sa’i melewati jenazah-jenazah orang muslim. Aku ketakutan karena banyaknya jenazah hingga tidak bisa berjalan lebih jauh lagi. Aku terdiam bersandar di bukit Shafa bagaikan jasad tanpa nyawa.

Baca juga : mereka-mereka yang hidup di sisi Allah.

Setelah beberapa saat, terdengar sebuah suara yang berkata,

“Tidakkah kau malu? Apakah kau tidak percaya pada ayat Al-Quran (surat Yunus, ayat 49 yang artinya), ‘Apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.’ Kau adalah seorang alim, kau sudah banyak membaca kitab-kitab hadis dan tafsir, dan pohon keimanan pun telah berakar kuat dan berdiri kokoh dalam taman hatimu. 

Jika kau terus membaca surat Al-Quraisy, kau tidak akan takut pada apa pun. Selain itu, jika kau mengatakan rahasia ini kepada siapa pun, berarti kau telah menyelamatkan orang itu dari rasa waswas. Ketakutanmu itu adalah sesuatu yang tidak pantas.”

Hingga saat itu, aku seakan-akan tidak bernyawa dan suara ini seperti telah meniupkan ruh kepadaku melalui telingaku sehingga aku merasa kehidupan baru telah masuk ke dalam tubuhku yang bergemetar. Selain itu, aku sama sekali tidak lagi merasakan waswas.

Aku memahami bahwa suara itu adalah ilham, lalu aku pun pulang ke rumah sambil terus membaca surat Al-Quraisy. Aku juga mengingatkan keluargaku agar terus membaca surat ini. Semenjak aku melihat hilangnya rasa takut dan khawatir dari keluargaku, aku pun menyarankan siapa pun yang aku temui untuk membaca surat ini sebagaimana yang telah diperintahkan. Alhamdulillah, orang-orang yang terus membaca surat mulia ini sama sekali tidak merasa ketakutan lagi.

Baca juga : perbedaan ruh orang mukmin dan ruh orang kafir

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Inilah Rahasia-Rahasia surat Al-Quraisy"

banner 800x90