Januari 17, 2022

Kisah keberanian Sayidina Ali RA


Hikmahdanhikmah.com - Pada Perang Khandaq (Ahzab) yang terjadi pada tahun ke-5 Hijriah, kaum muslim menggali parit sepanjang 5,5 km dengan lebar 4,5 meter dan kedalaman 3,5 meter di sekeliling kota Madinah Al-Munawwarah guna menghadapi kaum musyrik Makkah. Oleh sebab itu, kedua pasukan tidak saling bertarung secara langsung, tetapi mereka saling melesatkan anak panah. 

Namun, beberapa orang musyrik memaksa kuda mereka untuk melompat pada bagian parit yang sempit ke sisi kaum muslim. Salah seorang dari mereka adalah Amr bin Abdu Wudd. Ia berpisah dari teman-temannya dan memacu kudanya, lalu meminta seseorang yang gagah berani untuk menghadapinya.

Amr bin Abdu Wudd adalah seorang penunggang kuda yang mahir dalam menggunakan senjata, bahkan ia pernah bertarung melawan banyak orang seorang diri dan membuat mereka hancur berantakan. Semua kabilah Arab menganggapnya sebanding dengan kekuatan satu pasukan. Saat itu tidak ada seorang pun yang berani menghadapinya. Ketika singa Rasulullah SAW, Sayidina Ali RA, ingin menghadapinya seraya berkata “Aku akan keluar menghadapinya, wahai Rasulullah,” Rasulullah SAW tidak mengizinkannya dan berkata, “Duduklah kau Ali! Yang datang adalah Amr!”

Amr kembali menantang kaum muslim, Sayidina Ali RA pun meminta izin lagi untuk bertarung. Namun, Rasulullah SAW tidak mengizinkannya lagi. Akhirnya, Amr mulai kesal dan berteriak, “Tidak adakah seseorang yang akan bertarung melawanku?” Atas hal ini, Sayidina Ali RA berkata, “Aku akan menghadapinya meskipun itu Amr, wahai Rasulullah!” Lalu, Ali RA bangun dari tempatnya. Rasulullah SAW pun memakaikan zirahnya sendiri kepadanya dan memasangkan pedangnya yang diberi nama Zulfikar, lalu mendoakannya.

Kemudian, Sayidina Ali RA berjalan ke arah Amr, dan kini dua pasukan sedang menyaksikan mereka. Pertama-tama, Ali RA mengajak Amr memeluk agama Islam. Namun, Amr tertawa terbahak-bahak karena merendahkannya, lalu berkata, “Katakan, siapakah engkau?” “Aku adalah Ali bin Abu Thalib,” jawab Ali RA. Lalu, Amr berkata, “Tidak adakah orang yang lebih tua dan berpengalaman yang akan bertarung? Aku berteman dengan ayahmu. Sekarang sulit bagiku untuk menumpahkan darahmu.”

Sayidina Ali RA membalas, “Benar, tetapi alangkah indahnya jika aku menumpahkan darahmu. Namun, kau harus turun dari kudamu dan berjalan seperti aku!” Perkataan ini membuat Amr tersinggung dan sangat marah. Amr pun langsung turun dari kudanya dan menyerang Sayidina Ali RA. Sayidina Ali RA menahan serangannya dengan perisai. Karena begitu kerasnya Amr memukulkan pedangnya, perisai Ali RA terbelah menjadi dua dan kepalanya sedikit terluka. 

Ketika mulai menyerang, Sayidina Ali RA berhasil membelah tubuh Amr menjadi dua dengan satu kali pukulan menggunakan Zulfikar. Setelah itu, pada hari itu sampai larut malam, orang-orang musyrik menyerang pasukan kaum muslim dari segala sisi parit. Akhirnya, Allah SWT menghancurkan pasukan musuh hingga berantakan.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar