Maret 26, 2022

Ziarah Janggut Mulia Rasulullah SAW di India



Hikmahdanhikmah.com - Dalam catatan perjalanan hajinya yang bertajuk “Al-Haqīqāt wal Majāz fir Rihlati ilā Bilādis Syām wal Mishri wal Hijāz”, salah seorang ulama Islam pada masa Sultan Ahmad Khan III dan abad ke-18, Abdul Ghani An-Nablusi (1641-1731), menjelaskan sebagai berikut.

Pada bulan Ramadan tahun 1105 H (1694 M), ketika berada di Madinah Al-Munawwarah, sekelompok ulama mendatangi kami, dan kami biasa belajar (kitab Bukhari dan fikih) hingga siang hari. Ada seorang ulama India yang bernama Gulam Muhammad, dia pun datang untuk belajar dari siang hari hingga asar. 

Ayahnya adalah salah seorang ulama fikih terkenal di India dan merupakan salah seorang ulama yang diminta untuk menulis kitab Fatawa Al-Hindiyyah oleh Sultan mereka, Aurangzeb. Karya ini terkenal di negeri-negeri Islam, khususnya di dua tanah haram. Karya ini adalah sebuah kitab tebal yang mengumpulkan ijtihad-ijtihad terkuat mazhab Hanafi.

Menurut apa yang diberitahukan oleh Gulam Muhammad kepada saya, terdapat janggut mulia Rasulullah SAW di tangan banyak tokoh di negeri India. Beberapa orang memiliki satu, beberapa orang lainnya memiliki dua, bahkan lebih. Mereka akan mengajak orang-orang yang datang untuk melihat janggut mulia Rasulullah SAW .

Selain itu, menurut apa yang diberitahukan oleh seorang yang saleh dari India kepadaku, janggut mulia Rasulullah SAW setiap tahun dikeluarkan pada tanggal sembilan Rabiul Awal, lalu para ulama dan banyak orang saleh akan berkumpul untuk mengikuti acara ziarah ini, zikir-zikir dilakukan, dan janggut mulia Rasulullah SAW akan ditunjukkan dengan pembacaan shalawat-shalawat syarifah.

Janggut mulia Rasulullah SAW ini disimpan dalam sebuah wadah berharga yang di dalamnya terdapat aroma harum seperti misk dan anbar. Dia sendiri mengatakan bahwa ia terkadang melihat janggut mulia ini bergerak sendiri. Dia juga menyatakan bahwa beberapa janggut Rasulullah SAW terus tumbuh, dan beberapa lainnya terlihat tumbuh dari sebagian janggut lainnya.

Hal ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab, kekuatan mulia Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam saat masih hidup telah merasuk ke setiap bagian anggota tubuhnya.

Selain itu, menurut riwayat para sejarawan, terdapat janggut mulia Rasulullah SAW juga di tangan salah seorang leluhur Bani Saljuk, Nuruddin Zangi. Ketika wafat, Nuruddin Zangi berwasiat agar janggut mulia tersebut ditaruh di atas kedua matanya dan jasadnya dimakamkan seperti itu. Oleh sebab itu, ketika mengunjungi makam beliau, seseorang juga harus berniat mendapatkan keberkahan dari janggut mulia Rasulullah SAW tersebut.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar