April 17, 2022

Nasehat-Nasehat dari Rasulullah Saw


Hikmahdanhikmah.com - Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal RA sebagai berikut. Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengajarkanku sepuluh hal berikut (agar aku mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain).

“Janganlah kau sekutukan Allah SWT dengan apa pun meski kau dibunuh atau dibakar (bersabarnya dirimu atas keimanan itu lebih baik daripada beramal dengan rukhsat, lalu mengucapkan lafaz kufur).

Jangan pernah melawan kedua orang tuamu meski mereka memerintahkanmu untuk menceraikan istrimu dan meninggalkan hartamu (karena alasan-alasan yang benar).

Jangan pernah kau meninggalkan satu pun dari shalat lima waktu yang fardu dengan sengaja. Sebab, orang yang meninggalkan satu shalat fardu dengan sengaja berarti telah keluar dari tanggungan (perlindungan) Allah SWT (di dunia dan akhirat).

Janganlah meminum minuman keras. Sebab, meminum minuman keras adalah inti dari seluruh perbuatan dosa. Hindarilah perbuatan dosa. Sebab, dosa akan menyebabkan turunnya murka (dan azab) Allah SWT.

Janganlah kamu meninggalkan perjuangan (menghadapi musuh-musuh agama meski kau tinggal sendirian) meski seluruh manusia telah mati.

Apabila dua kematian (penyakit taun dan wabah) menimpa umat manusia, dan kau pun berada di antara mereka, tetap tinggallah di tempatmu (janganlah keluar dari sana agar penyakit yang ada padamu tidak menular kepada yang lainnya). Nafkahilah keluargamu dari rezeki yang halal sesuai dengan kemampuanmu (Janganlah bekerja terlalu berlebihan untuk memperoleh sesuatu yang di luar kemampuanmu, dan janganlah kau menempuh jalan-jalan yang haram).

Berusahalah mendidik keluargamu dengan akhlak mulia dan nasihatilah mereka agar tidak menentang perintah-perintah Allah SWT.”

BEBERAPA HUKUM MENGENAI ZAKAT FITRAH


Zakat fitrah adalah sebuah ibadah harta. Selama belum ditunaikan, zakat fitrah akan menjadi utang seumur hidup. Sebagaimana pada zakat mal, niat pun diperlukan ketika menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah tidak bisa ditunaikan tanpa niat. Sebagian hukum zakat fitrah sama seperti hukum zakat mal. Akan tetapi, apabila harta yang dimiliki lenyap, kewajiban zakat mal akan gugur, sedangkan kewajiban zakat fitrah tidak akan gugur.

Penyaluran zakat fitrah sama seperti pada zakat mal, yakni zakat fitrah dapat diberikan kepada siapa pun yang berhak menerima zakat mal.

Khususnya, pemberian zakat kepada para santri (murid-murid yang mempelajari ilmu-ilmu agama yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat), orang-orang yang zuhud, bertakwa, dan saleh adalah lebih utama. Adapun memberikannya kepada para ulama yang beramal dengan ilmunya itu lebih utama dari semuanya. (Kitab Zakat, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar