Mei 13, 2022

Orang Mukmin Bagaikan Lebah Madu



Hikmahdanhikmah.com - Ibnu Mas’ud RA berkata, “Madu adalah obat untuk semua penyakit (di dalam tubuh). Al-Quranul Karim adalah obat untuk penyakit-penyakit di dalam hati. Oleh karena itu, aku menyarankan dua obat untuk kalian, yaitu madu dan Al-Quranul Karim.”

Salah seorang waliyullah, Hakim At-Tirmidzi RH, berkata, “Madu adalah obat untuk manusia. Sebab, lebah menunjukkan kerendahan dirinya kepada Allah SWT (merendahkan dan menghinakan dirinya di hadapan Allah SWT), berlaku taat, mengambil semua bagian buah dari yang manis, pahit, yang disukai, dan yang tidak disukai, serta tidak memedulikan keinginannya sendiri. Semua yang mereka lakukan adalah untuk Allah. Oleh karena itu, madu yang dihasilkannya juga merupakan obat untuk berbagai macam penyakit. Demikian juga, apabila seseorang menaati perintah-perintah Allah SWT dengan ikhlas dan meninggalkan segala keinginan hawa nafsunya, perkataannya akan menjadi obat untuk orang-orang yang hatinya sedang sakit.”

Imam Qusyairi RH berkata, “Allah SWT menyembunyikan segala sesuatu yang berharga di dalam sesuatu yang hina. Allah SWT menyembunyikan sutra pada ulat yang merupakan salah satu hewan terkecil, menyembunyikan madu pada lebah yang merupakan salah satu hewan terbang yang paling lemah, mutiara pada tiram yang merupakan hewan laut yang buruk, serta emas, perak, dan pirus di dalam bebatuan. Demikian pula, Allah SWT menyembunyikan makrifah-Nya di dalam hati orang-orang mukmin yang sebagian mereka adalah orang-orang yang bermaksiat, sebagiannya orang yang sering melakukan kesalahan, dan sebagiannya mengetahui berharganya makrifah.

DAPUR KITA: Opor Ayam Khas Yogyakarta


Bahan-bahan: enam potong ayam, 4 butir telur rebus yang telah kupas, air perasan 1 buah jeruk nipis, 3 sdm minyak, 4 cm lengkuas yang telah dimemarkan, 4 lembar daun salam, 3 batang serai yang telah dimemarkan, 700 ml santan cair, 1 sdm gula merah yang telah dihancurkan, 400 ml santan kental, 1/2 sdt air asam jawa, dan bawang goreng secukupnya.

Bumbu halus: 8 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar, 1/4 sdt jinten, 1/2 sdt lada, 2 cm jahe, 4 buah kemiri sangrai, dan, 1 sdm garam.

Cara membuatnya: Lumuri ayam dengan air perasan jeruk nipis, lalu diamkan selama 15 menit. Kemudian, bilas sampai bersih. Tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun salam, dan serai sampai harum dan matang.

Setelah bumbu halus yang ditumis berbau harum, masukkan potongan ayam, lalu aduk-aduk sampai merata. Tunggu hingga ayam bertekstur keras. Tuangkan santan cair, lalu tambahkan gula merah dan masaklah sampai ayam setengah matang. 

Setelah itu, masukkan santan kental, air asam Jawa, dan telur rebus. Masaklah dengan api kecil sampai ayam matang dan kuah mengental. Lalu, angkat dan taburkan bawang goreng. Selamat menikmati.

Sumber Artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar