April 18, 2022

Imam Rabbani KS dalam sebuah maktubnya berkata Musuhilah Nafsumu

Gambar ilustrasi : Musuhilah nafsumu.

Hikmahdanhikmah.com - Imam Rabbani KS dalam sebuah maktubnya berkata sebagai berikut,Wahai anakku yang mulia, ketahuilah olehmu bahwa nafsu yang terus memerintahkan keburukan diciptakan atas (sifat) cinta kekuasaan dan menjadi pemimpin. Seluruh keinginannya adalah menjadi unggul atas orang-orang di sekelilingnya. Yang diharapkan nafsu adalah semua makhluk membutuhkan dirinya dan tunduk pada perintah dan larangannya. 

Nafsu tidak akan pernah ingin dirinya membutuhkan sesuatu atau berada di bawah perintah seseorang. Semua ini adalah pengeklaiman nafsu tentang ketuhanannya, yaitu pengakuan bahwa dirinya adalah sekutu Allah SWT yang Mahasuci dari pasangan dan sejenisnya. Bahkan, nafsu yang jauh dari keselamatan itu tidak terima dirinya menjadi sekutu Allah SWT. Nafsu menginginkan hanya dirinya yang berkuasa, bukan yang lain, dan ia ingin semua orang berada di bawah hukumnya. Di dalam hadis qudsi dikatakan sebagai berikut, “Musuhilah nafsumu. Sebab, dia telah menyatakan permusuhan  dengan-Ku.”

Memelihara dan membesarkan nafsu dengan memberikan segala keinginannya, seperti jabatan, kepemimpinan, peningkatan, dan kesombongan, pada hakikatnya hal itu berarti menolong dan memperkuat nafsu untuk memusuhi Allah SWT. Oleh sebab itu, keburukan hal ini harus bisa dimengerti oleh semua orang. 

Dalam hadis qudsi lainnya, dikatakan sebagai berikut, “Kebesaran adalah jubah-Ku, dan keagungan adalah kain-Ku (yakni, semua ini hanya untuk-Ku). Barang siapa melakukan perlawanan dengan-Ku untuk salah satu di antara dua hal ini, Aku akan melemparkannya ke dalam neraka, dan Aku akan mengabaikannya…”

Tujuan pengiriman para rasul dan hikmah tugas-tugas agama adalah melemahkan dan melumpuhkan nafsu amarah itu. Sungguh, syariat datang untuk menghapus keinginan hawa nafsu. Kapan pun sesuatu dilakukan sesuai aturan syariat, hal itu akan menghilangkan sejumlah keinginan hawa nafsu. Maka dari itu, dalam hal menghilangkan keinginan nafsu, melaksanakan salah satu hukum agama adalah lebih utama daripada riyadhah dan mujahadah selama ribuan tahun yang dilakukan oleh nafsu (yakni dalam keadaan nafsu merasa senang dan sesuai keinginannya). (Maktubat Imam Rabbani, Jilid 1, m. 52)

Sumber artikel ; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar