Agustus 19, 2022

Indahnya nikmat taubat dan nikmat keistiqamahan



Hikmahdanhikmah.com - Imam Rabbani KS berkata di dalam maktub-maktubnya yang berbeda mengenai bertaubat sebagai berikut.

Alangkah indahnya nikmat taubat dan nikmat keistiqamahan dalam taubat (tidak melakukan kembali dosa yang pernah disesali) yang Allah SWT berikan kepada seorang hamba di masa mudanya. Bahkan, mungkin bisa dikatakan seperti ini, “Jika dibandingkan dengan semua nikmat yang ada di dunia ini, nikmat ini diibaratkan seperti lautan tak berujung dan nikmat lainnya seperti setetes air. Sebab, nikmat ini merupakan wasilah untuk mendapatkan ridha Ilahi. Ridha Ilahi lebih utama daripada segala nikmat yang ada di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 72, “Keridhaan Allah SWT itu lebih besar.” (Maktubat Syarifah, Jilid 1, m. 146)

Hadis syarif yang artinya, “Orang yang bertaubat atas dosa-dosa seperti orang yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali” adalah sebuah kabar gembira bagi hamba-hamba pendosa. Ketika ada kabar gembira itu, tetapi seseorang tetap melakukan perbuatan dosa dan merasa nyaman dengan dosanya itu, dikhawatirkan ia akan jatuh ke dalam jurang kemunafikan. Keadaan (lahir)nya sebagai muslim tidak akan bisa menyelamatkannya dari azab sebagaimana tidak dapat menyelamatkannya dari hukuman. (Maktubat Syarifah, Jilid 2, m. 69)

Baca juga ; Akibat Orang orang yang tidak Mengikuti Jalan Hidayah.

Jika seseorang ingin bangun di penghujung malam, ia harus tidur setelah shalat Isya, di awal malam, tanpa melakukan hal-hal yang tidak berguna. Dia harus mengetahui bahwa penghujung malam itu adalah waktu yang sangat berharga untuk beristigfar, bertaubat, bermunajat, mengingat kesalahan dan dosa-dosa, memikirkan kekurangan dan kesalahan, takut akan azab akhirat dan menghindari penderitaan yang terus-menerus. Ia juga harus memohon ampunan dan magfirah dari Allah SWT. (Maktubat Syarifah, Jilid 3, m. 17)

Doa di bawah ini ditausiahkan untuk orang-orang yang melakukan dosa besar,

“Allâhumma mağhfiratuka awsa’u min dzunûbî wa rahmatuka arjâ ‘indî min ‘amalî, wa lâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘aynin wa lâ aqalla min dzâlik

 (Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku. Rahmat dan kasih sayang-Mu lebih aku harapkan di sisiku dibandingkan amalan-amalanku. Janganlah kau tinggalkan diriku di tangan nafsuku walau hanya sekedipan mata, bahkan walau lebih singkat dari itu).”

Baca juga ; Keutamaan Doa Anak Yatim yang Pasti Terkabulkan.

(Doa-doa dengan Adab dan Keutamaannya, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel ; Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar